Rabu, 08 Oktober 2014

QURBANKU SAMPAI KE PEDESAAN

Oktober 2014. Gema Takbir mengumandang bertalu-talu di seluruh Dunia, walau ada perbedaan pandangan mengenai hari pelaksanaan Idul Adha namun Semua berharap hal tersebut tak mengurangi Substansi dari perayaannya. Idul Adha Identik dengan Ibadah Qurban setelah sebelumnya di 10 hari pertama merupakan  hari -hari spesial bagi umat muslim untuk memperbanyak amal ibdah. dan bagi yang berhaji ke baitullah manjadi saat-saat yang membahagiakan atas karunia Allah karna bisa memijakkan kaki ke tanah suci mekah. negeri para nabi. negeri yang bersejarah bagi tonggak peradaban Dunia.

Penyaluran Hewan Qurban di Desa Penibung Drat, Mempawah

Berqurban merupakan risalah yang di turunkan kepada nabi Muhammad SAW (QS. 5:27, 37: 101-110). yang juga merupakan bagian dari napak tilas perjalanan Nabi Ibrahim as dan putranya Ismail as. di kisahkan suatu ketika Nabi Ibrahim kembali berkumpul bersama keluarganya, Siti Hajar (Istri) dan Ismail as (putranya) setelah berpuluh tahun terpisah di karnakan nabi Ibrahim as mendapatkan perintah dari Allah SWT berdakwah dan meninggalkan mereka berdua di padang gersang (mekah). mekah pada waktu itu tidaklah seperti kota mekah yang kita kenal saat ini. pada masa itu mekah hanyalah sebuah padang pasir gersang dengan bukit-bukit pasir di sekitarnya. mendapatkan dirinya akan di tinggal pergi suaminya bersama bayi kecilnya (ismail) yang masih dalam buaian, Siti Hajar bertanya kepada Ibrahim "mau kemana engkau" hening, tak sepatah kata ia dengar jawaban dari lisan nabi Ibrahim. kemudian ia tanyakan lagi hingga 3 kali, namun tak juga di jawab. hingga akhirnya ia bertanya "Apakah ini perintah dari Allah SWT" baru nabi Ibrahim mengangguk dan berkata " Iya, ini perintah dari tuhanku". mendapati jawaban tersebut, siti hajar merelakan suaminya pergi. walau di tempat itu hanya tingga dia berdua dengan bayinya. tak seorangpun ada di sekitar sana. hingga terjadi peristiwa penting. ketika Siti hajar mengelilingi bukit shofa dan marwa untuk mencari air yang akan ia berikan kepada bayinya ismail yang menangis kehausan, hingga akhirnya mengalirnya sumber air yang terpancar dari tumit nabi ismail as yang kemudian air ini kita kenal sebagai air zam-zam, sedangkan proses usaha yg di lakukan Siti hajar berlari dari shofa ke marwa saat ini kita kenal sebagai sa'i. mata air ini mendatangkan barokah dari Allah. yang dengannya mekah menjadi tempat yang subur dan sering di jadikan sebagai tempat peristirahatan atau mukim bagi para kafilah dagang dan musafir, hingga seiring bergulirnya waktu mekah manjadi kota yang ramai penduduknya.
Baru beberapa hari Ibrahim as berkumpul dengan keluarganya. di suatu malam ia bermimpi. di dalam mimpinya ia menyembelih putranya Ismail as atas perintah dari Allah SWT. keesokan harinya nabi ibarim gusar, bingung, termenung mencari cara menyikapi mimpinya. karna berat rasa hati kalau sampai mimpi itu benar dari Allah. sampai akhirnya mimpi tersebut terulang hingga 3 kali. barulah ia yakin bahwa apa yang ia mimpikan merupakan perinta dari Allah SWT. mengetahui hal ini, nabi ibrahim tetap saja sukar menyampaikan prihal mimpinya kepada putranya ismail as. karna bagaimana mungkin putra kesayangannya yg baru saja bertemu setelah sekian lama terpisah. di minta untuk menjadi Qurban dan di semeblih.
cintanya kepada Allah mengalahkan cinta nya kepada suatu apapun. kayakinan yang selama ini mendarah daging dalam dirinya membuat nabi Ibrahim mampu mengutarakan maksud dari mimpinya tersebut. mengetahui apa yang disampaikan sang ayah, nabi Ismail tidak syok dan tidak pula berang. yang muncul hanyalah sikap ketaatan dan kesabaran di dalam dirinya. sebagaimana yang diampaikan di dalam Al-Qur'an "Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar" (Qs. As-saffaat : 102). tak ada keluh kesah dari lisan Ismail, tak ada penyesalan atas keputusan yang di ambil. hanya ketaatan dan kesabaranlah yang tampak terpancar. dan bahkan masih sempat Ia (Ismail) memikirkan perasaan ayah dan ibunya siti hajar. hal ini bisa kita cermati diantara pesan-pesannya kepada Nabi Ibrahim sebelum di sembelih. "ayah, hendaknay engkau tidak menghadapkan wajahmu kepadaku agar tak timbul rasa sungkan dan ksihan dalam menjalankn perintah Allah SWT" kemudian " Ayah bawalah bajuku kepada Ibu agar menjadi kenangan dariku dan janganlah engkau membawa masuk anak laki-laki ke rumah agar ibu tidak sedih karna merindukanku".
Waktu dan tempat penyembelihan telah di sepakati. proses penyembelihan telah di laksanakan dengan sepenuh hati. namun Allah SWT berkehendak lain. Allah yang maha Rahman mengganti sosok Ismail as dengan Gibas/hewan sesembelihan yang besar (Qs. Assafaat : 102).
ada banyak ibroh yang dapat di petik dalam kisah di atas. diantaranya ialah
1. Islam Tegas menyeru umatnya agar senantiasa mentauhidkan Allah SWT karna untuk itu nabi dan rasul di utus. dengannya bisa di tarik kesimpulan bahwa Islam melarang pemeluknya menghambakan diti kepada hal-hal yang sifatnya keduniaan seperti harta benda pangkat jabatan dan sesama makhluk sebagaimana yang di lakukan oleh atheis atau penganut faham materialistik yang tidak bertuhan dan menghambakan materil.
2. kesabaran Ismail as. yang dengan rela hati menerima perintah Allah yang harus di lakukan Nabi Ibrahim as atas dirinya. tidak kita dapati Nabi Ismail menolak dan marah atas apa yang disampaikan Nabi Ibrahim. dan tidak berat hati ataupun mendendam atas apa yang dilakukan Nabi Ibrahim kepada Ia dan Ibunya. karna bisa saja muncul bisikan yang mengatakan untuk membangkang dari perintah ini. karna Dia (Ibrahim), adalah orang yang telah menelantarkan Ia dan Ibunya, yang kemudian datang hanya untuk menyembelihnya.
3. Kesetiaan dan keteguhan hati seorang wanita mulia seperti Siti Hajar. dia yang senantiasa berusaha taat dan melayani suaminya karna Allah. membesarkan Ismail as seorang diri, mentarbiyahnya hingga menjadi seorang pemuda yang hidup dengan penuh dengan keikhlasan dan katauhidan  yang kuat. taat kepada orang tua, kepeda sang ayah, yang cintanya bersemi kepada Ibrahim walau wajah dan karakter sang ayah mengawang dalam benaknya. karna lama sang nabi tak pernah menjenguk ia dan ibunya sedari kecil. Dan ketika kita bisa mengetahui Dia (Ismail) seorang Pemuda yang tumbuh dengan kondisi keimanan yang luar biasa. kondisi seperti ini tidak mungkin hadir ketika tidak mendapatkan didikan dan pengajaran yang baik dari seorang murobbiyah yang handal, Ibundanya siti Hajar


                         Proses serah terima Qurban dgn Masyarakat Hingga Penyembelihan
.

Bidang Sosial Kemasyarakatan KAMMI Kota Pontianak, menyikapi Momen Idul ADHA 1435 H membuat sebuah agenda yang ingin memaksimalkan syi'ar islam tersebut. menghimpun dan mendistribusikan hewan Qurban Hingga sampai ke Pedesaan.Kota yang menjadi pusat perekonomian memiliki potensi muzaki yang sangat besar. Instansi/lembaga Sosial yang bergerak memanfaatkan momen ini sebagai bentuk pengoptimalan potensi umatpun juga cukup banyak. seperti Almumtaz Peduli, Dompet Umat, Rumah Zakat, LABINAZ, BMH, dll. masjid yang menjadi sentral Umat dan memiliki jama'ah tetap pun sibuk mengawal agenda Qurban.menurut data yang ada massjid yg tersebar di 6 kecamatan kota pontianak berjumlah 207 dan surau 336 buah. sebagian besar masjid mengadakan pemotongan hewan qurban. 1 masjid yang saya tahu seperti masjid Darul Falah, tahun lalu memotong hewan qurban sebanyak 26 ekor. di ikuti mesjid-mesjid besar lainnya atau bahkan surau. sehingga kami beranggapan bahwa kota tidak kekurangan hewan qurban sebaliknya malah berlebih. karna untuk warga yang tinggal di dekat masjid dan surau, selama hari Qurban bisa mendapatkan 3-5 kantong dengan berat timbangan yang bervariasi. berbeda dengan pedesaan yang pernah kami jumpai (dari Tim penyaluran masjid Al-Mumtaz) di daerah dusun yang ada d di rasau Kab.kuburaya yang sudah lebih dari 30 th tak pernah di selenggarakan pemotongan Qurban.

                Serah terima Qurban  dan Penyaluran Daging di Desa Pinang Luar Kubu Raya

untuk itu KAMMI mulai melihat momen Quban sebagai bentuk momentum untuk lebih mendekatkan diri kemasyarakat melalu program pemberdayaat keumatan. dengan menghimpun dan meyalurkan hewan Qurban ke berbagai Daerah pedesaan se kalimantan Barat. kita mulai menyerap aspirasi dari dalam kader dalam memetakan tempat-tempat penyaluran. hingga akhirnya memutuskan 5 tempat sebagai fokus pemberdayaan Qurban dangan berbagai Profil Desa yang secara umum sudah di ketahui. yaitu :
1. TPA Jln Kebangkitan Nsional, Siantan Kota Pontianak yang merupakan tempat menjalankan Program Desa Binaan SOSMAS KAMMI Pontianak.
2. Dusun Pinang Luar, Rasau, Kab. Kubu Raya yang merupakan Desa Binaan salah satu kader KAMMI yangg pernah ikut dalam program Pengabdian di Pesantren Mahasiswa LABBAIK Pontianak.
3. Desa Proyek Kasih, yang merupakan daerah Desa Binaan SOSMAS KAMMI KALBAR periode pengurusan sebelumnya.
4. Desa Penibung Darat, Mempawah. di sini berdiri pesantren baru Babul khoirat yang untuk masyarakat di situ sebelumnya belum pernah melakuakn pemotongan hewan Qurban. adanya komunikasi dengan kepala sekolah di situ, agar mendapatkan suport dari masyarakat Kota Pontianak dalam momen Qurban !435H.
5. Dusun Pangan Entikong, daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Adanya masukan dari sosmas komsat untuk menjadikan daerah perbatasan untuk di jadikan target penyaluran dan komunikasi yang di lakukan dengan alumni KAMMI yang mengajar di sana.
mungkin terbersit anggapan miring karna menganggap program ini mengada-ada ada, ada selentingan anggapan untuk bisa fokus di satu tempat saja. karna tidak mungkin bisa menyelenggarakan di 5 tempat yang berbeda. sebagian berargumen berdasarkan pengalaman bahwa ngumpulkan satu hewan -qurban saja sulit, trus bagaimana bisa menghimpun dan mendistribusakan ke tempat-tempat pelosok, yang sulit akses dan fasilitasnya.
Alhamdulillah dari 5 tempat yang ditawarkan kepada Mitra melalui Proposal, yang berhasil di respon dan di proses ada 4 tempat. anggapan yang sebelumnya pesimis dengan program ini berhasil di tepis dengan izin Allah. dalam pelaksanaan memang banyak kendala-kendala teknis yang menghambat. mulai dari kesiapan tempat penyaluran, kesipan panitia, dan koordinasi dengan mitra dan donatur. namun semuanya menjadi pengalaman yang sangat penting. SOSMAS semata-mata adalah sebuah bidang yang di harapkan mampu memberdayakan potensi kader-kader KAMMI di dalam lingkungan masyarakat. keunikan potensi yang begitu melimpah sudah semestinya bisa di berdayakan agar terasah dan memiliki nilai guna lebih. dimana banyak gerakan OKP yang tergerus dengan arus politik, mengatasnamakan kepentingan rakyat namun lupa berkontribusi langsung kemasyarakat, KAMMI bisa menjawab dan bekerja secara nyata. yang karya dan kontribusinya nyata di tengah-tengah masyarakat.


                                           Penyaluran di Entikong (Perbatasan Malaysia)

dari agenda ini terkumpul 1.100.000 dari Komsat IAIN, 300.000 dari IKIP & UNTAN Pontianak dan 200.000 dari Hamba Allah. sehingga Total menjadi 1.600.000,- adapun yang menjadi Mitra KAMMI dalam agenda ini adalah Almumtaz Peduli-Masjid Al-Mumtaz dan yang mempercayakan 2 Ekor sapi dari jamaahnya untuk di salurkan ke Desa Pinang Luar kubu raya dan Penibung Darat Mempawah. Dompet Umat pontianak 1 ekor sapi, di salurkan ke Entikong, Kabupaten Sanggau, Msjid Mujahidin 1 ekor kambing. dan swadayanya Pengurus KAMWIL KAMMI dengan Almumtaz Kubu Raya mengupayakan 1 ekor sapi untuk di potong di Rumah Gerakan KAMMI yang kemudian sebagian dagingnya didistribusikan ke TPA Siantan Pontianak. tak lupa kami ucapkan terima kasih juga kepada teman-teman lembaga dakwah kampus STAI Mempawah masyarakt penibung darat, Pak Unang dan Masyarakat Pinang Luar, Pak Tamrin, Pak Yunus, dan saudari kami Ely yang membantu untuk daerah perbatasan entikong. Jazzakallah khoirn katsir. Hanya Ridho Allah yang kita harap. s'moga Allah teguhkan Kita di jalan ini. Jalan Da'wah para salafussholih....
#Salam SOSMAS
#Salam Merakyat
Allahu Akbar.. 3x
Laa Ilaha Illallohu Allohu Akbar..
Allahu Akbar Walillahilhamd..
Refrensi :
Alqur'an
http://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/ensiklopedia-haji/13/10/14/mumwl3-perjalanan-hari-tarwiyah-napak-tilas-keteguhan-nabi-ibrahim
Agenda Lapangan SOSMAS Pontianak

Rabu, 01 Oktober 2014

KAMMI, PEDULI RAKYAT, SAHABATNYA MASYARAKAT


Lagi, KESATUAN Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia menggalang dana untuk korban banjir kab. Landak dan Mempawah hulu, ini merupakan aksi ke 2 minggu ini (8/12). Setelah jum’at (7/12) mengadakan aksi serupa. Massa dan simpatisan berjumlah 30 orang yang tergabung dalam gerakan “KAMMI berbagi Peduli” ini di dominasi oleh kaum muda, pelajar dan mahasiswa kemudian menyebar di 4 titik lampu merah kota Pontianak dengan berbekal kotak dan karton bertulis yang di gunakan sebagai media penghimpun dana bantuan.
                                                         PD KAMMI Kalbar,Galang dana 
Abdul jabar, PW KAMMI yang akrab di sapa bang Jab menuturkan ‘KAMMI Peduli dengan Masyarakat Landak dan Kami Prihatin atas musibah yang menimpa mereka’. Saat ini ada 2.200 warga yang di evakuasi, 7.000 rumah dari 5 kecamatan yang terendam banjir dan sedikitnya 6 orang meninggal dunia. Diantara mereka ada wanita, anak-anak, manula, yang harus di perhatikan kesehatannya. Dan tentu pemerintah melalui BPBD tidak akan sanggup bekerja sendiri untuk mengentaskan permasalahan ini. Akan lebih bijak jika masyarakat luas turut serta meringankan beban mereka dengan memberikan bantuan moril maupun materil.
                                                                   Belusukan di Jalan


Gerakan ‘KAMMI berbagi Peduli’ yang di komandoi oleh DEPSOS KAMMI, berhasil menghimpun uang sebesar 4.200.000 . bantuan Rencananya akan di salurkan dalam bentuk logistic (beras, indomie, sarden)  pada hari sabtu (14/12) di Desa Hilir Kantor Kab. Landak.
Semoga musibah banjir besar yang di lansir terjadi 10 tahun sekali ini menjadi pemicu bagi kita masyarakat kalbar untuk peka terhadap ekosistem yang ada. Khususnya pemerintah dan dinas terkait agar bisa menganalisa sumber bencana, sehingga bisa di lakuakan langkah-langkah preventif untuk menanggulangi musiba serupa. (By)
#SOSMAS Pontianak
#Salam Merakyat
sumber : 
http://bip-gallery.blogspot.com/2013/12/kammi-ormas-peduli-rakyat.html

DINSOSNAKER : 'Pontianak Tak Punya Anak Jalanan'. BENARKAH??!!


                                                                DINSOSNAKER Pontianak



Silaturahmi merupakan anjuran mulia yang di sampaikan oleh seorang yang mulia Nabi Allah Muhammad SAW. Demikianlah, sehingga sangat baik jika bisa di amalkan. Adapun manfaatnya adalah memperpanjang usia, memurahkan rejeki, dan masih banyak lagi manfaat yang lainnya.

Pagi kamis (9/1/2014) Departemen SOSMAS KAMDA Pontianak bersilaturahim ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pontianak Dan Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil. Sekitar pukul 09.00 wib, ber enam, KAMI, Bayu, Ahmad, Agung, Eka, Estika dan Dewi tiba di DINSOSNAKER (Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja), Disambut langsung oleh Ibu Fursani, M.Si selaku kepala bidang Sosial, di ruang kerjanya. Kemudian di ikuti oleh 2orang kepala seksi Di Bawah bidang social yang bertugas sebagai pengontrolan/evakuasi dan pembinaan. Walaupun tidak di sertai oleh kep. Kantor yang belum lama sebelum KAMMI tiba, pergi menghadiri suatu urusan, namun proses komunikasi dan sosialisasi berjalan dengan hikmat.

Secara umum Bidang Sosial Pemkot memiliki banyak PR, baik hal yang berkenaan dengan Ketertibn Masyarakat (penertipan gelandangan, Pengemis dll) Pembinaan Masyarakat, sampai kepada program Kesejahteraan masyarakat terutama program ekonomi yang di prioritaskan untuk maasyarakat miskin yang sifatnya turunan dari kementrian social Pusat maupun program yang di canangkan oleh Pemkot.

“untuk kota Pontianak kita tidak memiliki anak jalanan” ujar bu Fursani. lebih lanjut di sampaikan oleh Bpk Lenon “ yang di katakan anak jalanan adalah mereka yang hidup di jalan lebih dari 4 jam. Tidak ada rumah, tidak ada tempat tinggal dan tidak bersekolah, untuk Kota Pontianak tidak ada yang seperti ini”. Hemat kami, inilah salah satu hal yang mendasari Pontianak sebagai kota yang mendapatkan penghargaan sebagai kota layak anak, walaupun secara realitas dari segi sikap dan pola hidup anak dan remaja kota tidak luput dari penyimpangan dan kenakalan yang sering di beritakan oleh media.

                    Foto Silaturahim SOSMAS KAMDA Pontianak Dengan Bidang Sosial DINSOSNAKER
Untuk permaslahan social yang berkenaan dengan perdagangan manusia, yang dalam hal ini rentan di alami oleh wanita (sebagai korbannya), ada juga di tanyakan Eka. mengingat KALBAR berbatasan langsung dengan Negara tetangga Malaysia “Untuk kejahatan Perdagangan Perempuan bagaimana bu? Sering di beritakan di Koran-koran mengenai korban ketidak adilan maupun asusila ketika menjadi TKI!”.
“Untuk kota Pontianak sendiri, sebenarnya sedikit sekali masyarakat yang menjadi korban, malahan hampir tidak ada untuk saat ini. dulu ada, ketika administrasi kependudukan mudah di palsukan atau di manipulasi. namun sekarang biasanya yang kita tangani adalah mereka yang dari daerah luar datang ke Pontianak kemudian menggunakan jasa dari pihak penyaluran tenaga kerja untuk di pekerjakan ke Malaysia. Mereka yang Ketika bekerja di sana mendapatkan masalah kemudian pulang ke Indonesia, dan terlunta di Pontianak. Jadi Pontianak hanya tempat transitnya, atau tempat mereka tinggal untuk sementara waktu karna tidak memiliki tujuan dan mengharapkan bantuan dari pemerintah. Terkait ketenaga kerjaan yang bermasalah secara social yaitu Adanya pihak-pihak tertentu menggunakan modus lain untuk mengelabui aparat agar bisa di kirim ke Malaysia atau sebaliknya dari Malaysia-Pontianak di kirim ke daerah lain seperti Batam, itu ada. namun itu di luar wewenang kita” uajar bu Fursani.

Agung perwakilan SOSMAS STKIP : “Untuk masalah pembinaan, terutama bagi  Gepeng/ Gelandangan-Pengemis, apa saja yang sudah di lakukan, apakah mereka yang terjaring raziah, hanya di ingatkan, di catat secara administrasi, namun tidak mendapatkan pembinaan secara berkala”.
“em, sebenarnya kami sudah melakukan upaya pembinaan, berupa pelatihan kemandirian dll, tercatat pengurangan jumlah pengemis dari 90an menjadi 20 pengemis merupakan wujud dari kerja kami dalam upaya pengentasan pengemis dan gelandangan. Namun memang untuk pembinaan kami masih banyak kekurangan, karna ini kaitannya dengan mental dan pandangan hidup” ujar bpk Lenon. Dari sini bisa di garis bawahi bahwa kalau ada pembinaan yang di lakukan oleh DINSOS kepada pengemis dengan memberikan pendampingan dan pelatihan keterampilan. sehingga ada keluarga pengemis yang kemudian memutuskan untuk bekerja secara mendiri dan di antara mereka tinggal di dekat TPA batu layang jalan Kebangkitan Nasional.

Berkenaan dengan gelandangan dan pengemis yang sering meminta sumbangan di masyarakat, lebih jauh, ada pula di tanyakan Dewi Mahasiswi IAIN Pontianak, sering kali pengemis dan gepeng mangkal di simpang jalan lampu merah atau di tempat umum lainnya apakah tidak ada penindakan dari DINSOS agar secara matematis terjadi pengurangan jumlah atau minimal masyarakat tidak memanjakan mereka dengan memberikan sumbangan. Dalam hal ini dari DINSOS sudah memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak memberikan sumbangan secara langsung kepada mereka. Himbauan ini di sosialisasikan melalui media dan spanduk-spanduk yang mengajak masyarakat agar memberikan infaq melalui tempat yang semestinya, seperti masjid, lembaga social dll
Dari Agenda Ini, Dinsos yang di wakili bu Fursani juga meminta agar Ormas seperti KAMMI juga bisa turut andil melakukan pembinaan Masyarakat, baik itu bisa melalui program kerja sama dengan pemkot berkenaan pembinaan masyarakat, maupun masukkan dan diskusi program yang di canangkan agar bisa berkontribusi untuk kemajuan kota Pontianak.

Pukul 10.00 KAMMI memutuskan untuk pamit, walaupun masih banyak hal yang ingin didiskusikan, karna mengingat masih ada janji untuk agenda silaturahmi berikutnya ke Kantor DISDUKCAPIL. berkaitan dgn data/ informasi yang di dapat memang blm bisa mewakili realitas kota secara mutlak. karna walau bagaai manapun polemik sosial di tingkat kota masih terus mencuat dan menghiasi media setiap harinya. Acara di tutup dengan Foto bersama sekaligus penyerahan Cindera Mata berupa plakat yang di sampaikan kepada Ibu Fursani. by.
#SOSMAS Pontianak
#Salam Merakyat
sumber : 
http://indra87bgs.blogspot.com/2014/01/dinsosnaker-kota-pontianak-tak-punya.html